

Senin, 11 Mei 2020
Bergas, Kab. Semarang - Hingga saat ini Indonesia masih bertarung melawan virus COVID-19 yang sudah mulai terdengar beritanya sejak akhir 2019 lalu di China. Hingga tanggal 10 Mei 2020 sudah terdapat 14.032 kasus positif di Indonesia. Efek domino yang ditimbulkan dari pandemi ini pun sangat signifikan. Hampir seluruh aspek, bidang, dan lapisan masyarakat terdampak pandemi ini.
Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menanggulangi corona virus baik dengan menekan penyebarannya melalui kebijakan-kebijakan yang diterapkan seperti PSBB, hingga kebijakan-kebijakan di sektor lainnya. Satu hal yang juga penting pada masa pandemi ini adalah Ketahanan Pangan. Dalam kondusi sekarang ini Ketahanan Pangan menjadi hal yang penting untuk dipikirkan. Ketersedian bahan pokok sehari - hari harus tetap terjaga, jangan sampai masyarakat nantinya akan kekurangan.
Terkait akan hal itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perkebunan membuat program percepatan penanganan dampak COVID-19 dengan pengadaan pupuk organik bagi masyarakat yang terdampak. Diharapkan melalui program ini, masyarakat khususnya petani akan dapat terus mengelola pertaniannya dengan baik.
Total sebanyak 28.000 liter pupuk organik cair Biofarm PT. SMPN dikirimkan. Pengiriman tersebut dibagi menjadi 2 kali pengiriman dengan tahap pertama kirim yaitu sebanyak 12.000 liter pupuk Biofarm. Tahap kedua akan dilakukan pada tengah Mei hingga awal Juni 2020.
(AGD)
» Kolaborasi SMPN dan YKB Merah Putih Dukung Penguatan Ketahanan Pangan dan Makan Bergizi Gratis
» Meet The CEO : David Hidayat Direktur PT Sido Muncul Pupuk Nusantara
» SMPN Luncurkan Pupuk "Merah Putih" Tepat di Hari Kemerdekaan RI Ke-79
» Partisipasi SMPN dengan PT Integra Panca Synergi di KTNA AGRO 2024 BALI
Kunjungan hari ini : 208
Total pengunjung : 428690
Hits hari ini : 208
Total Hits : 899694
Pengunjung Online: 1